PRODUK JASA HUKUM
Kami menawarkan anda beberapa produk jasa hukum
Litigasi · Tindak Pidana Korupsi · Korupsi Alat Peraga Sekolah Disidangkan
Korupsi Alat Peraga Sekolah Disidangkan
14 February, 2019
656
0
Dua terdakwa jalani sidang perdana kasus korupsi alat peraga sekolah Disdik Kota Binjai

MEDAN - Dodi Asmara (36) dan Bagus Bangun (58), akhirnya lebih dulu disidangkan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin langsung oleh Kajari Binjai Victor Antonius di Pengadilan Tipikor Medan. Dodi dan Bagus merupakan dua dari 11 orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus pengadaan alat peraga Sekolah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai debgan Pagu Rp1, 25 Miliar.

Sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/2/2019), JPU mendakwa perbuatan Dodi Asmara dan Bagus Bangun bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Terdakwa Dodi Asmara selaku Direktur PT Aida Cahaya Lestari yang memenangi tender pengadaan sekolah tidak melaksanakan kontrak dan  menyerahkan hasil pekerjaan dalam keadaan lengkap, hal ini adalah melanggar prinsip-prinsip dan etika pengadaan," ujar JPU di hadapan majelis hakim yang dipimpin Azwardi Idris.

Sementara terhadap Bagus Bangun, yang mana pembacaan dakwaan dilakukan terpisah, JPU menyatakan perbuatannya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) didakwa bersalah karena tidak melakukan pengendalian kontrak. Bagus juga justru menerima penyerahan hasil pekerjaan oleh perusahaan Dodi Asmara (PT Aida Cahaya). Padahal, kontrak tersebut tidak lengkap dikerjakan sesuai kesepakatan.

Masih kata JPU, kedua terdakwa bersama pelaku lainnya melakukan penggelembungan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2010 Pemko Binjai.

"Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Popinsi Sumatera Utara No. SR-45/PW02/5.2/2018 tanggal 22 Oktober 2018, negara mengalami kerugian sebesar Rp.499.143.300," cetus JPU.

Amatan di ruang sidang, kedua terdakwa yang duduk di kursi pesakitan tampak lesu. Dodi yang hadir mengenakan kaos hanya tertegun menatap hakim sementara Bagus Bangun hadir dengan pakaian lebih rapi. Diketahui, satu dari 9 tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Kejari Binjai, adalah Ismail Ginting selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang sempat menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Disdik. (zul)