PRODUK JASA HUKUM
Kami menawarkan anda beberapa produk jasa hukum
Litigasi · Islam · Barakallah Mr. Erdogen
Barakallah Mr. Erdogen
07 August, 2020
251
0
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki

Oleh; Arfan Adha Lubis, SH., MH.*

Keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merubah fungsi Hagia Sophia dari museum menjadi masjid, sontak menimbulkan kecaman pemimpin dunia barat. Mendadak dunia barat reaksioner, mengecam alih fungsi Hagia Shopia yang ditetapkan Unesco menjadi situs warisan dunia pada tahun 1985 tersebut dijadikan Erdogan sebagai tempat peribadatan kaum muslim. Hal ini dilakukan setelah Pengadilan Administrasi Turki membatalkan status museum Hagia Shopia berdasarkan Keputusan Kabinet 24 November 1934, pada masa Mustafa Kamal Ataturk, bapak pendiri republik Turki. Erdogan menyatakan  putusan konversi ikonik sangat menyakitkan bagi rakyat Turki. Kini Hagia Sophia setelah 85 tahun berbentuk museum dikembalikan keposisinya sebagai masjid, seperti masa Kejayaan Al Fatih atau Sultan Mehmed II, dinasti Utsmaniyah.

Keputusan Erdogan bernyali, coba diintervensi dengan berbagai dalih, mencoba melemahkan pemimpin negara Istanbul tersebut. Erdogan dituding membuat kebijakan sepihak mengubah status Situs warisan duniat,  tanpa melibatkan Unesco plus komunitas dunia internasional. Alasan tetek bengek lain pun bermunculan. Keputusan Erdogan dianggap membahayakan hubungan Turki – Yunani, dan Turki – Uni Eropa. Erdogan dianggap tidak menghargai sensitivitas umat beragama lain. Amerika, Rusia, Yunani dan Unesco, menentang kebijakan penumbang sekuralisme Mustafa Kamal Ataturk tersebut.

Kalau ditelaah sikap dunia internasional plus negara barat sangat tidak adil.  Berbanding terbalik, saat melihat puluhan bahkan ratusan rumah ibadah umat Islam, beserta ribuan permukiman kaum muslimin dirubuhkan Israel. Ribuan nyawa umat Islam Palestina gugur dibantai kekejaman zionis secara biadab. Masyarakat dunia internasional, negara-negara barat hanya diam seribu bahasa. Seolah melegetimasi, pembiaran kebiadaban negara yahudi terhadap rakyat Palestina. Alasan dikemukakan ini, bukan soal sentimen agama, bukan pula membela aksi Erdogan yang membebaskan Hagia Shopia menjadi masjid. Sebab memang tidak ada pihak  dirugikan dari proses peralihan situs Unesco tersebut, menjadi tempat peribadatan umat Islam. Semua proses peralihan dilakukan secara legitimasi, berdasarkan putusan pengadilan dan dokumentasi yang sah.

Mari kita berbicara fakta. Dunia internasional menonton pertunjukan kebiadaban dilakukan  Israel dengan meluluh lantakkan Palestina. Dunia Internasional juga terkesan buang badan, saat zionis laknatullah merebut Masjidil Aqsa, kota suci ketiga bagi umat Islam. Dunia internasional juga diam melihat penjajahan berlangsung selama puluhan tahun dilakukan Israel kepada Palestina.  

Sikap sangat ambivalensi dan kontradiksi. Tercatat Yunani negara paling kebakaran jenggot dalam urusan internal kedaulatan Turki. Dilansir dari tirto.id, PM Yunani menuding keputusan Erdogan sebagai penghinaan terhadap karakter ekumenis dari Hagia Sophia. Walaupun Erdogan telah berjanji Hagia Sophia tetap terbuka, dapat dikunjungi umat beragama lain plus wisatawan, diluar jam sholat Umat Muslim.

Bukan Erdogan: “Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki” julukannya, kalau dapat didikte negara asing. Erdogan tegas mengatakan kritikan negara asing terhadap keputusan akhir pemerintahannya merupakan serangan kedaulatan terhadap negara Turki. Erdogan juga meminta negara asing menghormati kedaulatan negaranya. Inilah keputusan bernyali pemimpin Umat Islam dunia. Erdogan membela kedaulatan negaranya plus umat Islam, walau melawan dunia.

Dibalik tindakan Erdogan merubah fungsi Hagia Shopia, tentu kita yakini Erdogan mempunyai alasan kuat. Erdogan memiliki sejarah kuat, untuk merubah status Hagia Sophia menjadi peribadatan umat muslim, yang berbentuk gereja katedral ortodok pada tahun 537 M sampai 1453 M. Kemudian setelah Konstantinopel direbut, kekaisaran Bizantium di taklukan Al Fatih “ Sang Penakluk “, Hagia Sophia dijadikan masjid, oleh Al Fatih.

Kita berharap, Erdogan tetap istiqamah membela saudara-saudara kita seaqidah diberbagai belahan. Seperti nasib saudara kita Umat muslim di  Palestina, umat muslim Uighur di China, umat muslim Rohingya di Myanmar, serta di berbagai belahan dunia lain. Kita berdoa, semoga Allah SWT mengabulkan sumpah Erdogan menjadikan Hagia Spohia sebagai batu loncatan kebangkitan umat Islam, sekaligus merebut kembali Masijidil Aqsa. Mungkin ini, menjadikan dunia internasional gerah dan marah. Musuh-musuh Islam takut akan kebangkitan dunia Islam, diawali dari Hagia Shopia menjadi masjid, plus sumpah Erdogan merebut kembali Masjidil Aqsa kepangkuan Umat Islam. Dunai barat, kaum kafir takut kebangkitan peradaban Islam. Maka mereka kebakaran jenggot, cacing kepanasan, plus diliputi phobia kecemasan ketakutan.

Sejatinya, sumpah Erdogan, disambut dengan gegap semangat seluruh pemimpin negara Arab. Bersatu padu, bahu – membahu membebaskan Masjidil Aqsa dari cengkraman yahudi. Terlebih kita semua sesama muslim bersaudara. Tidak ada ikatan lebih kuat dari ikatan seiman, seaqidah. Sumpah Erdogan membebaskan Masjidil Aqsa, bukan perkara mudah. Terlebih yang dihadapi zionis, bangsa paling licik, sangat biadab plus didukung penuh kekuatan Amerika, seperti isi Tajuk Rencana Waspada, edisi , (Jumat, 17/7/2020, hal. B7, “ Umat Islam Dunia Butuh Pemimpin Seperti Erdogan)”. Namun bukan berarti tidak mungkin. Tidak ada mustahil didunia ini. Atas ijin Allah SWT, dan dengan catatan seluruh pemimpin negara Islam bersatu menyambut seruan Erdogan. Segala cara akan kita tempuh membebaskan kota suci umat Islam Masjidil Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

           

Penutup

Barakallah Mr. Erdogan.! Semoga Allah SWT selalu merahmati dan melindungimu. Semoga engkau tetap istiqamah berjuang melawan penindasan, kezhaliman dan ketidakadilan. Semoga Allah SWT meridhai tujuan mulia mu saudaraku, membela umat Islam di berbagai belahan dunia ini yang mengalami segala macam ketidakadilan dan penindasan. Biar sejarah mencatat dan menilai, Allah Azza wa Jalla, Maha Tahu. Kita harapkan semua pemimpin dunia Islam sadar plus mengikuti jejak keberanian Erdogan. Menegakkan amar makruf nahimunkar, seperti ungkapan Tajuk Rencana Wasapada, Jumat, 17/7/2020, “ Umat Islam Dunia Butuh Pemimpin Seperti Erdogan”. Barakallah Mr. Erdogan.! Semoga Allah SWT, Tuhan Sekalian Alam, merahmatimu.! Aamiin Ya Allah, Aamiin Ya Rabbal Aallamiin.

 

*Penulis adalah Dosen STMIK & AMIK LOGIKA Medan, Alumni FH-UMSU, & PMIH UMSU